Langsung ke konten utama

Postingan

JOKO GUNDUL DAN EDO POP

Mewacanakan Identitas Joko “Gundul” Sulistiono dan Edo Pop denijusmani@gmail.com Saya kira, pameran seni rupa "Next Pict: The Series" adalah satu diantara puluhan, bahkan ratusan kegiatan seni yang dilakukan oleh Joko dan Edo. Mungkin mendekati kepastian, masyarakat seni, kecuali rekan sejawat yang dekat, tidak kenal dengan nama Joko Sulistiono atau Eduard sebagai nama yang "diresmikan" dan menjadi nama KTP bagi Joko dan Edo. Sehingga, Gundul dan Edo Pop jelas menjadi nama atas sebuah identitas sosial yang dengan sengaja dihadirkan oleh Joko dan Edo pada masyarakat publik. Boleh jadi, Gundul ini adalah karakter fisik dan gaya Joko, yang kemudian menjadi penanda identitas kehadirannya di kancah seni rupa Indonesia. Atau Edo Pop yang merupakan rekayasa citra dari seorang Eduard sebagai upaya membayangkan produk-produk seni bernuansa pop art. Pastinya, Gundul dan Edo Pop tidak dapat diremehkan kehadirannya dalam pertarungan posisi dan dinamisnya seni rupa di Ind...

STUDIO, AGEN, DAN INFRASTRUKTUR SENI

Naskah berikut ini merupakan rancangan pembicaraan pada Diskusi Panel, satu rangkaian dengan acara Pameran Seni Rupa Fitur dan Figur, 26 September 2014, di Taman Budaya Yogyakarta. Fitur dan Figur, merupakan pameran kelompok Perupa Palembang, di Yogyakarta. Tema Diskusi Panel adalah "Studio, Agen, dan Infrastruktur Seni", Narasumber: Kuss Indarto, Wahyudin, Jumaldi Alfi. Moderator: M. Yusuf Siregar (Ucok). Simak, Pengantar Diskusi Panel tersebut. Mari. STUDIO, AGEN, DAN INFRASTRUKTUR SENI Deni S. Jusmani, denijusmani@gmail.com Jenis ruang, sepertinya dapat dirunut sifatnya menjadi ruang pribadi dan ruang publik, dimana keduanya suatu waktu diketemukan dalam satu ruang yang sangat kompleks, komunikatif, saling bertoleransi, dan penuh dengan intrik tawar menawar. Ruang pribadi tidak sama dengan ruang publik, ketika terjadi pertemuan keduanya memang diperlukan perlakuan dan tindakan yang terkadang tidak sederhana. Studio seni masuk ranah ruang pribadi, dengan segala si...

KONSEP-KONSEP PEMBICARAAN VISUAL: FITUR DAN FIGUR

Naskah lengkapnya dapat dilihat pada Katalog Pameran Seni Rupa "Fitur dan Figur", yang akan dilaksanakan pada 25-29 September 2014, di Taman Budaya Yogyakarta. Jangan sampai kehabisan, Katalognya terbatas. Deni S. Jusmani, denijusmani@gmail.com Mengurai Teks Fitur dan Figur Fitur dan Figur merupakan sekumpulan teks, sedangkan teks merupakan gagasan metafungsional, kumpulan makna ideasional, interpersonal, dan tekstual (M. A. K Halliday dan Ruqaiya Hasan, 1992: 66). Menurut Kridalaksana teks merupakan satuan bahasa terlengkap yang bersifat abstrak, berupa deretan kalimat, atau kata, membentuk ujaran; selain itu merupakan bentuk bahasa tertulis, dan dapat dikatakan pula sebagai naskah (Harimurti Kridalaksana, 1993: 212). Perwujudan teks pada Fitur dan Figur, salah satu dari jutaan tanda yang tidak berhenti dan tidak dapat dilihat dari tampilan kasat mata saja. Sebagai wujud visual teks, membawa bermacam-macam orientasi budaya, percakapan sosial dan keilmuan, ketakutan...

AGAMA, UPACARA, DAN STRUKTUR SOSIAL

Selayang Pandang Pemikiran Clifford Geertz, Levi-Strauss, dan Emile Durkheim  Deni S. Jusmani, denijusmani@gmail.com Tulisan ini mencoba memaparkan beberapa pandangan dari Clifford Geertz, Levi-Strauss, dan Emile Durkheim mengenai agama, upacara, dan struktur sosial, yang disertai beberapa keterkaitan diantaranya. Penjelasan dan pemaparan ini masih dalam tatanan kajian pustaka, tidak merujuk pada suatu tatanan sosial secara khusus, tetapi lebih ditekankan pada teori-teori mendasar dari tema yang diketengahkan.

UNGKAPAN LOKAL DAN BUDI PEKERTI

Deni S. Jusmani, denijusmani@gmail.com Budi pekerti seharusnya dipelajari oleh masyarakat sosial atau peserta didik dengan cara-cara yang menyenangkan, dimengerti, tetapi dapat mencapai hasil secara maksimal. Menyenangkan pada saat terjadi interaksi dan kontak psikologis dengan baik, karena pendidikan budi pekerti adalah salah satu fondasi mendasar untuk menciptakan masyarakat yang bertanggung jawab. Pada khazanah warisan tradisional, terdapat sumber-sumber sastra dan kebudayaan yang dapat dijadikan sebagai pedoman pembelajaran budi pekerti, salah satunya adalah bersumber pada ungkapan-ungkapan tradisional.  Hampir setiap daerah dan suku bangsa memiliki ungkapan-ungkapan tradisional, dibuat tidak hanya menjadi sebuah tutur lisan yang indah, tetapi secara mendalam memiliki makna filosofis, serta memberikan nasihat dan pandangan hidup bagi masyarakatnya. Ungkapan tradisional muncul atas analisis-analisis sederhana terhadap persoalan-persoalan kehidupan yang hadir pada kehidupa...

PAKAIAN SELEBRITI INDONESIA

Jilbab sebagai Tren, Gaya Hidup, dan Nilai-nilai Hakiki Deni S. Jusmani, denijusmani@gmail.com Pengantar Antara tahun 2003-2013 ada beberapa selebriti Indonesia mulai familiar dengan penampilan kearah tema-tema religius, seperti: Dewi Sandra, Marshanda, Rachel Maryam, Tya Ariestya, Risty Tagor, Zaskia Sungkar, Lyra Virna, Yulia Rahman, Nuri Maulida, Ririn Ekawati, dan gaya hijab Shinta Bachir yang selama ini akrab pakaian dan peragawati seksi. Tren gaya pakaian selebriti tanah air tidak dapat terlepas dari mode dunia, yang juga menampilkan dan memberitakan tema-tema berhijab. Tren hijab melalui jilbab tidak lagi secara langsung membicarakan atau mewakili agama tertentu, tetapi lebih membicarakan fashion. Sebutlah di Mesir, terdapat sekumpulan perempuan yang mendirikan sebuah organisasi bagi para pecinta fashion tren dengan hijab, organisasi ini berharap untuk mengumpulkan dan mengembangkan perempuan berhijab tanpa mengurangi rasa elegan. Di Bahrain, kini dikembangkan model jil...

Tentang Naskah Tua

Deni S. Jusmani, denijusmani@gmail.com Naskah-naskah masa lampau (tidak saja harus menyebut naskah-naskah kuno dalam arti yang sebenarnya) memiliki sumber-sumber informasi yang penting, tidak saja sebagai pedoman dan tolak ukur, tetapi lebih mendalam sebagai catatan peristiwa tentang sesuatu hal. Naskah ini tidak saja berwujud lembaran-lembaran kertas, atau daun lontar, tidak hanya berupa tulisan-tulisan kuno, aksara kuno, tetapi dapat pula berwujud artefak yang berbentuk patung, bangunan, tempat, atau bahkan dapat berbentuk benda-benda lain, yang secara ilmu pengetahuan tertentu bernilai sejarah, yang sering dikenal sebagai Benda Cagar Budaya. Setiap peninggalan bersejarah tentunya dibuat dengan sadar, untuk merekam peristiwa-peristiwa yang dianggap penting untuk didokumentasikan dan diceritakan kembali dalam bentuk-bentuk tertentu (naskah, artefak, atau monumen), dan ditujukan untuk orang lain, baik sezaman, khususnya untuk generasi selanjutnya. .....